Progres Pekerjaan Pembangunan TMMD Reguler ke-129 oleh Kodim 0726/Sukoharjo di Parangjoro

SUKOHARJO – Di bawah terik matahari yang sejak pagi menemani pekerjaan pembangunan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, ada pemandangan yang mungkin luput dari perhatian. Bukan suara cangkul yang beradu dengan tanah, bukan pula deru kendaraan pengangkut material.

Momen itu terjadi di sela-sela waktu istirahat. Seragam loreng yang masih berdebu karena bekerja tak menjadi penghalang untuk duduk bersama masyarakat. Beralaskan apa adanya, mereka berbincang tanpa sekat. Anak-anak mendekat dengan rasa penasaran, para orang tua ikut bergabung, sementara para pemuda menyampaikan berbagai harapan tentang kampung yang selama ini mereka cintai.

Bagi Satgas TMMD, inilah makna sesungguhnya dari Komunikasi Sosial (Komsos). Membangun desa bukan hanya menghadirkan jalan, jembatan, atau fasilitas fisik lainnya. Yang jauh lebih penting adalah membangun rasa percaya, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan keyakinan bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 yang berlangsung selama 30 hari di Desa Parangjoro, Komsos menjadi ruang bagi prajurit untuk mendengar secara langsung suara masyarakat. Dari obrolan sederhana itulah berbagai aspirasi, harapan, hingga persoalan yang dihadapi warga dapat dipahami dengan lebih dekat. Kedekatan itu menjadi modal penting agar seluruh program TMMD berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Antusiasme warga pun terlihat begitu nyata. Mereka mengaku merasakan suasana yang berbeda sejak kehadiran personel Satgas TMMD di desa mereka.

“Kami senang. Biasanya TNI hanya lewat. Sekarang tinggal bersama kami selama 30 hari. Ini menjadi kesempatan bagi warga Parangjoro untuk bergotong royong membangun desa bersama TNI,” ungkap salah seorang warga dengan wajah penuh semangat.

Sementara itu, personel Satgas TMMD menegaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan setiap program yang dijalankan.

“Dengan Komsos, kami bisa mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan warga. Komunikasi yang baik juga mampu menghindari kesalahpahaman. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terus kami jaga,” ujarnya.

Kehangatan yang terjalin di sela-sela waktu istirahat itu membuktikan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan. Ia menjadi jembatan yang menyatukan hati prajurit dan masyarakat dalam satu tujuan, yakni membangun desa dengan semangat kebersamaan. Dari percakapan sederhana yang penuh keakraban itulah tumbuh gotong royong yang semakin kuat, sehingga seluruh sasaran TMMD Reguler ke-129 di Desa Parangjoro diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat hingga bertahun-tahun mendatang.(Red/Ap).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *